Kombinasi Relic Terbaik Berdasarkan Role

Kombinasi Relic Terbaik Berdasarkan Role - Halo Sobat Oartesanto! Relic sering menjadi sumber perbedaan paling besar antara karakter yang “lumayan” dan karakter yang benar-benar optimal. Namun banyak pemain terlalu terpaku pada set populer tanpa mempertimbangkan role dan fungsi aktual di dalam tim.

Masalahnya bukan sekadar “pakai set A untuk DPS” atau “set B untuk support”. Yang menentukan performa adalah kecocokan antara:

  • Scaling karakter
  • Kebutuhan tim
  • Konten yang dihadapi
  • Distribusi substat

Mari kita bedah kombinasi relic terbaik berdasarkan role, bukan sekadar tren.


1. DPS Hypercarry (Crit-Based Damage Dealer)

Tujuan: Maksimalkan damage konsisten per cycle.

Fokus Utama:

  • Crit Rate
  • Crit Damage
  • ATK% atau scaling utama (HP/DEF jika relevan)
  • Speed sesuai breakpoint

Kombinasi Ideal:

  • 4-Piece set damage elemen (jika tersedia dan scaling cocok)
  • 2-Piece damage + 2-Piece ATK% (untuk fleksibilitas)
  • Planar yang meningkatkan crit atau damage saat kondisi aktif

Kenapa 2+2 sering efektif?
Karena substat lebih penting dari bonus 4-piece kecil yang tidak konsisten aktif.

Jika 4-piece terlalu situasional, 2+2 dengan substat superior bisa menghasilkan DPS lebih tinggi secara nyata.


2. DPS Break-Focused

Tujuan: Maksimalkan damage saat Weakness Break dan efek lanjutan.

Fokus Utama:

  • Break Effect
  • Speed
  • Scaling utama (ATK/HP/DEF sesuai karakter)

Kombinasi Ideal:

  • 4-Piece set Break Effect
  • Planar yang meningkatkan damage terhadap target dengan weakness break

Kesalahan umum:
Mencampur crit dan break secara tidak seimbang. Jika karakter memang dirancang untuk break, setengah-setengah hanya membuat keduanya tidak maksimal.


3. DoT Damage Dealer

Tujuan: Scaling damage over time.

Fokus Utama:

  • ATK% atau scaling utama
  • Effect Hit Rate
  • Speed
  • Break Effect (jika sinergi)

Crit biasanya bukan prioritas.

Kombinasi Ideal:

  • Set yang meningkatkan damage ke target debuffed
  • Set ATK% konsisten
  • Planar yang memberi bonus saat target memiliki debuff

Karakter DoT unggul dari konsistensi, bukan ledakan burst.


4. Buffer Support

Tujuan: Memperbesar output tim.

Fokus Utama:

  • Speed (agar bergerak lebih awal)
  • Energy Regen Rate
  • HP atau DEF untuk sustain

Damage pribadi tidak prioritas.

Kombinasi Ideal:

  • Set yang memberi buff tambahan ke tim
  • 2-Piece Speed + 2-Piece HP/DEF
  • Planar Energy Regen untuk ultimate lebih sering

Buffer yang terlalu fokus damage justru mengurangi fungsi utamanya.


5. Debuffer

Tujuan: Menurunkan defense, resist, atau memberi status.

Fokus Utama:

  • Effect Hit Rate
  • Speed
  • Energy Regen

Kombinasi Ideal:

  • Set yang meningkatkan damage terhadap target debuffed
  • Set Speed untuk rotasi cepat
  • Planar yang mendukung uptime ultimate

Debuffer tanpa cukup Effect Hit Rate akan terasa tidak konsisten — dan itu merusak rotasi tim.


6. Sustain (Healer atau Shielder)

Tujuan: Menjaga tim tetap hidup tanpa menguras SP.

Fokus Utama:

  • HP% atau DEF% (sesuai scaling)
  • Energy Regen
  • Speed secukupnya

Kombinasi Ideal:

  • Set HP/DEF konsisten
  • Set yang memberi bonus heal atau shield
  • Planar dengan Energy Regen atau tambahan HP

Sustain yang terlalu lambat atau kekurangan energy bisa membuat tim runtuh di fight panjang.


7. Hybrid Sub-DPS

Beberapa karakter berfungsi sebagai:

  • Support sekaligus damage dealer
  • Breaker sekaligus buffer

Untuk role ini, kombinasi fleksibel lebih efektif:

  • 2-Piece Damage + 2-Piece Utility
  • Substat seimbang antara crit dan speed

Hybrid butuh keseimbangan. Terlalu fokus ke satu sisi membuat fungsi lainnya hilang.


8. Pentingnya Speed Tuning dalam Pemilihan Relic

Relic bukan hanya soal set bonus.

Speed menentukan:

  • Urutan rotasi
  • Aktivasi buff sebelum burst
  • Konsistensi debuff

Kadang 2-Piece Speed lebih berdampak daripada 4-Piece damage yang situasional.

Jika DPS bergerak sebelum buffer, bonus relic sehebat apa pun jadi tidak optimal.


9. Substat > Set Bonus (Dalam Banyak Kasus)

Ini poin krusial.

Relic dengan:

  • Crit Rate tinggi
  • Crit Damage tinggi
  • Speed bagus

Sering lebih kuat meski hanya 2+2 dibanding 4-piece dengan substat buruk.

Set bonus tidak bisa menutupi substat yang lemah.

Optimasi sejati ada di distribusi stat, bukan sekadar efek set.


10. Sesuaikan dengan Konten

Untuk konten cepat:

  • Burst dan crit lebih penting.

Untuk konten panjang:

  • Sustain, energy, dan stabilitas lebih bernilai.

Relic terbaik bukan yang paling populer, tetapi yang sesuai dengan kebutuhan konten.


Kesimpulan

Kombinasi relic terbaik selalu bergantung pada role karakter dalam tim. DPS crit membutuhkan keseimbangan crit dan scaling utama. Break dan DoT membutuhkan fokus stat spesifik. Support dan sustain lebih mengutamakan speed serta energy daripada damage pribadi.

Namun satu prinsip tetap berlaku: substat yang kuat dan rotasi yang sinkron jauh lebih penting daripada mengejar 4-piece set tanpa pertimbangan.

Relic bukan sekadar gear — ia adalah sistem optimasi. Jika dipilih berdasarkan fungsi, bukan tren, performa tim akan meningkat secara signifikan dan konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *